Setiap perusahaan tentu ingin mendapatkan leads berkualitas tanpa menghabiskan anggaran pemasaran secara berlebihan. Namun, menentukan pembagian budget marketing antara SEO dan Google Ads sering menjadi tantangan. Keduanya menawarkan peluang untuk menjangkau calon pelanggan melalui mesin pencari, tetapi memiliki cara kerja dan jangka waktu hasil yang berbeda.
Oleh karena itu, perusahaan perlu mengatur porsi anggaran secara tepat agar kedua strategi mampu saling melengkapi.
Lantas, bagaimana cara membagi budget marketing antara SEO dan Google Ads agar perusahaan memperoleh leads secara efektif? Simak penjelasan berikut.
Mengapa Pembagian Budget SEO dan Google Ads Perlu Perencanaan?
Budget marketing bukan sekadar dana untuk menjalankan promosi. Perusahaan perlu mengelolanya sebagai investasi untuk menjangkau calon pelanggan, meningkatkan peluang konversi, dan mendukung target penjualan.
Dalam strategi pemasaran melalui Google, SEO dan Google Ads memiliki peran berbeda. Google Ads dapat mendatangkan kunjungan ketika kampanye mulai berjalan dan iklan memperoleh tayangan. Sebaliknya, SEO membutuhkan proses optimasi yang konsisten sebelum memberikan pertumbuhan trafik organik secara signifikan.
Jika perusahaan mengalokasikan seluruh anggaran untuk Google Ads, bisnis akan sangat bergantung pada biaya iklan untuk mempertahankan kunjungan berbayar. Namun, jika perusahaan hanya mengandalkan SEO, bisnis mungkin membutuhkan waktu lebih panjang untuk memperoleh leads dalam jumlah yang sesuai target.
Karena itu, perusahaan sebaiknya membagi anggaran berdasarkan kebutuhan penjualan saat ini sekaligus mempertimbangkan pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.
Memahami Peran SEO dan Google Ads dalam Mendapatkan Leads
SEO dan Google Ads memiliki cara berbeda dalam menjangkau calon pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami fungsi keduanya agar dapat menentukan pembagian budget marketing sesuai target penjualan.
1. Google Ads untuk Mempercepat Perolehan Leads
Melalui Google Ads, perusahaan dapat menjangkau orang yang sedang mencari produk atau jasa sesuai penawaran bisnis. Misalnya, penyedia jasa konstruksi dapat memasang iklan pada pencarian “jasa kontraktor gedung” untuk menarik calon klien potensial.
Selain memilih kata kunci, perusahaan juga dapat menyesuaikan wilayah penayangan dan batas pengeluaran iklan. Dengan begitu, tim marketing memiliki kendali atas penggunaan anggaran.
Namun, hasilnya tetap bergantung pada ketepatan target dan kualitas halaman tujuan. Karena itu, perusahaan perlu memantau biaya iklan serta leads yang masuk agar pengeluaran memberikan hasil yang sesuai.
2. SEO untuk Mengembangkan Leads Jangka Panjang
SEO membantu perusahaan memperluas jangkauan website melalui hasil pencarian Google tanpa membayar biaya setiap klik organik. Untuk mencapainya, bisnis perlu mengembangkan konten, memperbaiki struktur website, dan mengoptimalkan halaman layanan.
Sebagai contoh, perusahaan konsultan bisnis dapat membuat artikel yang membahas persoalan calon klien sekaligus memperjelas informasi jasa pada websitenya.
Seiring perkembangan performa SEO, website berpeluang menarik lebih banyak pengunjung yang relevan. Meski membutuhkan proses dan biaya optimasi rutin, strategi ini dapat membantu perusahaan membangun sumber leads organik untuk jangka panjang.
Cara Membagi Budget Marketing antara SEO dan Google Ads
Pembagian budget SEO dan Google Ads perlu mengikuti kebutuhan bisnis. Sebelum menetapkan anggaran, perusahaan sebaiknya melihat target leads, performa website, dan seberapa cepat tim sales membutuhkan calon pelanggan.
Berikut empat cara yang dapat menjadi pertimbangan.
1. Hitung Leads yang Ingin Dicapai
Mulailah dengan menghitung kebutuhan prospek berdasarkan target penjualan. Misalnya, perusahaan ingin memperoleh 10 pelanggan baru setiap bulan. Jika tim sales mampu mengubah 10% leads menjadi pelanggan, maka tim marketing perlu mengejar sekitar 100 leads.
Dari angka tersebut, perusahaan dapat memperkirakan biaya per leads yang masih sesuai dengan keuntungan bisnis. Hasil perhitungan ini membantu tim menentukan anggaran untuk mencapai target tanpa mengandalkan perkiraan semata.
2. Perbesar Budget Google Ads untuk Mengejar Leads Lebih Cepat
Saat perusahaan membutuhkan tambahan prospek dalam waktu singkat, Google Ads dapat memperoleh porsi anggaran lebih besar. Contohnya, gunakan 70% dana untuk iklan dan 30% untuk SEO.
Dengan pembagian ini, perusahaan dapat memaksimalkan kampanye pencarian yang berpotensi mendatangkan calon pembeli. Sementara itu, anggaran SEO mendukung perbaikan halaman website dan pengembangan konten.
Namun, jangan langsung menambah biaya iklan jika jumlah leads belum sesuai harapan. Periksa terlebih dahulu performa keyword, biaya konversi, dan kualitas prospek.
3. Tambah Investasi SEO untuk Kebutuhan Jangka Panjang
Jika Google Ads sudah rutin menghasilkan prospek, perusahaan dapat mulai mengalihkan sebagian anggaran ke SEO. Sebagai contoh, gunakan 60% dana untuk optimasi organik dan pertahankan 40% untuk iklan.
Tim marketing dapat memanfaatkan budget SEO untuk memperkuat halaman layanan, memperbaiki kendala teknis website, dan mengembangkan konten sesuai kebutuhan pencarian.
Sementara itu, Google Ads tetap berjalan untuk menjangkau pengguna yang menunjukkan minat terhadap penawaran bisnis. Lakukan perubahan anggaran secara bertahap agar perusahaan tetap memiliki peluang memperoleh leads selama proses pengembangan SEO.
4. Bagi Anggaran Secara Seimbang Jika Keduanya Menjadi Prioritas
Perusahaan juga dapat mencoba pembagian 50% untuk SEO dan 50% untuk Google Ads ketika ingin mengejar prospek bulanan sekaligus meningkatkan jangkauan organik.
Dalam skenario ini, Google Ads mendukung kebutuhan leads yang lebih cepat, sedangkan SEO berfokus pada penguatan website untuk periode berikutnya.
Setelah kampanye berjalan, bandingkan biaya per leads, kualitas prospek, dan perkembangan trafik organik. Kemudian, sesuaikan porsinya berdasarkan hasil evaluasi agar setiap pengeluaran memiliki tujuan yang jelas.
Contoh Simulasi Pembagian Budget SEO dan Google Ads
Agar lebih mudah memahami penerapannya, bayangkan sebuah perusahaan memiliki budget marketing sebesar Rp20 juta per bulan khusus untuk SEO dan Google Ads.
Berikut ilustrasi pembagian anggaran berdasarkan prioritas bisnis.
| Prioritas bisnis | Budget SEO | Budget Google Ads |
| Mengejar leads jangka pendek | Rp6 juta (30%) | Rp14 juta (70%) |
| Menyeimbangkan leads jangka pendek dan panjang | Rp10 juta (50%) | Rp10 juta (50%) |
| Memperkuat pertumbuhan organik | Rp12 juta (60%) | Rp8 juta (40%) |
Angka tersebut merupakan simulasi, bukan standar alokasi untuk semua bisnis. Perusahaan perlu menyesuaikannya dengan tingkat persaingan, kondisi website, target leads, dan biaya pemasaran.
Selain itu, pastikan perusahaan menghitung biaya pengelolaan kampanye Google Ads dan biaya jasa SEO dengan jelas. Dengan demikian, tim marketing dapat mengetahui berapa dana yang benar-benar tersedia untuk media iklan dan aktivitas optimasi.
Cara Mengoptimalkan Budget SEO dan Google Ads agar Menghasilkan Leads Berkualitas
Pembagian anggaran yang tepat perlu didukung strategi yang terarah. Agar biaya marketing memberikan hasil maksimal, perusahaan dapat menerapkan empat langkah berikut.
1. Pilih Keyword yang Sesuai dengan Kebutuhan Calon Pelanggan
Tidak semua keyword populer mampu mendatangkan calon pembeli. Karena itu, perusahaan perlu memilih istilah pencarian yang berkaitan langsung dengan layanan bisnis.
Misalnya, pencarian “jasa akuntansi perusahaan” menunjukkan kebutuhan yang lebih spesifik daripada “pengertian akuntansi”.
Tim marketing dapat memprioritaskan keyword dengan tujuan pembelian untuk kampanye Google Ads dan halaman layanan SEO. Adapun artikel edukasi dapat menjangkau pengguna yang masih mempelajari solusi sebelum memilih penyedia jasa.
2. Jadikan Performa Google Ads sebagai Acuan Pengembangan SEO
Hasil kampanye Google Ads dapat memberikan gambaran mengenai pencarian yang menarik prospek potensial.
Melalui data search terms, konversi, dan biaya per leads, tim marketing bisa mengenali keyword yang layak menjadi bahan pengembangan halaman SEO.
Selanjutnya, periksa peluang pencarian organik dan tingkat persaingannya. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih topik SEO berdasarkan kebutuhan pasar, bukan sekadar perkiraan.
3. Perbaiki Halaman Website agar Pengunjung Tertarik Menghubungi Bisnis
Jumlah kunjungan yang tinggi tidak banyak membantu jika pengunjung kesulitan menemukan informasi yang mereka butuhkan.
Oleh sebab itu, perusahaan perlu menyajikan penjelasan layanan yang jelas, manfaat yang mudah dipahami, serta pilihan kontak yang praktis.
Misalnya, tempatkan tombol konsultasi atau formulir permintaan penawaran pada halaman yang relevan. Langkah ini dapat meningkatkan peluang konversi dari pengunjung SEO maupun Google Ads tanpa harus langsung memperbesar biaya iklan.
4. Ukur Hasil Berdasarkan Biaya dan Kualitas Leads
Perusahaan perlu melihat lebih jauh daripada jumlah klik atau kunjungan website. Perhatikan cost per lead (CPL), tingkat konversi, serta jumlah prospek yang berhasil menjadi pelanggan.
Sebagai gambaran, Google Ads mungkin mendatangkan 40 leads dalam satu bulan, sedangkan SEO menghasilkan 25 leads. Namun, jumlah tersebut belum cukup untuk menentukan channel yang lebih menguntungkan.
Tim marketing perlu membandingkan biaya yang keluar dan kualitas prospek dari masing-masing sumber. Selain itu, perhitungkan investasi SEO dalam periode yang lebih panjang agar evaluasi tidak hanya berpatokan pada hasil satu bulan.
Melalui evaluasi tersebut, perusahaan dapat menentukan penggunaan budget berikutnya berdasarkan kontribusi nyata terhadap penjualan.
Kapan Perusahaan Perlu Mengubah Pembagian Budget?
Perusahaan tidak harus mempertahankan komposisi anggaran yang sama sepanjang tahun. Sebaliknya, tim marketing perlu meninjau kembali pembagian dana ketika kondisi bisnis atau performa channel berubah.
Misalnya, perusahaan dapat mempertimbangkan penyesuaian ketika:
- Google Ads menghasilkan leads berkualitas secara konsisten dan masih memiliki peluang untuk meningkatkan volume konversi.
- Trafik SEO mulai bertumbuh dan memberikan kontribusi terhadap jumlah prospek.
- Biaya per leads dari kampanye berbayar meningkat sehingga perusahaan perlu meninjau efisiensinya.
- Perusahaan memiliki target penjualan baru yang membutuhkan tambahan permintaan dalam waktu dekat.
Selain itu, lakukan evaluasi bulanan untuk memantau performa kampanye serta tinjauan strategi setiap tiga bulan untuk menilai apakah alokasi budget masih sesuai dengan prioritas bisnis.
Dengan evaluasi rutin, perusahaan dapat menyesuaikan anggaran berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.
Optimalkan Strategi SEO dan Google Ads Bersama Next Digital
Membagi budget marketing antara SEO dan Google Ads membutuhkan pemahaman mengenai target bisnis, peluang pencarian, dan performa setiap channel. Tanpa strategi yang tepat, perusahaan berisiko menghabiskan anggaran pada aktivitas yang kurang mendukung perolehan leads.
Untuk membantu perusahaan mengelola kedua strategi tersebut, Next Digital Indonesia menyediakan layanan jasa SEO dan jasa Google Ads atau SEM.
Melalui layanan SEO, Next Digital membantu bisnis mengembangkan visibilitas website pada pencarian organik. Sementara itu, layanan SEM membantu perusahaan menjangkau calon pelanggan melalui kampanye Google Ads yang berfokus pada relevansi audiens dan performa iklan.
Dengan menggabungkan kedua pendekatan, perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang mendukung kebutuhan leads jangka pendek sekaligus memperkuat peluang pertumbuhan organik.
Ingin menentukan pembagian budget SEO dan Google Ads yang sesuai dengan target perusahaan? Kunjungi Next Digital Indonesia untuk mendiskusikan kebutuhan digital marketing bisnis Anda.











